Free Fire
  • BERANDA
  • PERTANDINGAN
  • STATISTIK
  • TIM
  • TURNAMEN
  • TENTANG KAMI
DOWNLOAD
Free Fire
  • BERANDA
  • PERTANDINGAN
  • STATISTIK
  • TIM
  • TURNAMEN
  • TENTANG KAMI
DOWNLOAD
GarenaFree Fire

Copyright @ Garena International
Trademark belong to their respective owners. All right Reserved.

◀KEMBALI
26 Mei 2026

Coach Ady dan Masalah Tim Juara: “Power Saja Tidak Cukup”

Coach Ady dan Masalah Tim Juara: “Power Saja Tidak Cukup”

Di Free Fire, kekuatan paling mudah terlihat. Satu pemain membuka fight, satu tim menyapu compound, penonton bersorak. Yang sulit terlihat adalah beberapa detik sebelum semua itu terjadi: siapa yang memberi call, siapa yang menahan ego, siapa yang memilih mundur ketika semua orang ingin menabrak, siapa yang cukup tenang untuk berkata, “jangan dulu.”

Adi “Coach Ady” Gustiawan, pelatih RRQ Kazu, menyebutnya dengan kalimat sederhana: power saja tidak cukup.

“Power tanpa kontrol itu seperti mobil kencang tanpa setir dan rem. Di jalan lurus mungkin terlihat hebat. Tapi begitu ada tikungan, kita tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya.

Dalam wawancara eksklusif bersama Free Fire Esports Indonesia, Coach Ady berbicara tentang sisi yang jarang terlihat dari sebuah tim besar: kepercayaan, kontrol emosi, cara berpikir, hingga proses panjang membangun pondasi tim juara.

Menurutnya, ketika tim besar mengalami penurunan performa, masalahnya sering kali bukan soal mekanik atau kemampuan individu. Pemain profesional tentu sudah memahami cara bermain di level tertinggi. Namun di balik hasil pertandingan, ada banyak faktor yang tidak terlihat publik.

“Ketika tim besar turun performa, biasanya problemnya lebih dalam. Bisa soal trust, ego, komunikasi, atau visi yang mulai berbeda. Dan itu tidak bisa selesai hanya dengan satu atau dua game bagus,” jelasnya.

Coach Ady juga menyoroti pentingnya membangun pola pikir pemain, bukan sekadar meningkatkan mekanik. Ia menilai banyak pemain memiliki power besar, tetapi belum memahami kapan harus menggunakan power tersebut dengan tepat.

“Banyak pemain bisa menang fight, tapi belum tentu tahu kenapa fight itu harus diambil. Di level pro, yang paling penting bukan cuma mekanik, tapi cara berpikir yang logis,” katanya.

Sejak bergabung bersama RRQ Kazu, fokus utama Coach Ady bukan hanya membentuk tim yang kuat untuk sesaat, tetapi membangun sistem yang bisa bertahan dalam jangka panjang.

“Saya sering memakai filosofi bambu. Di awal mungkin tidak terlihat tumbuh, tapi di bawah tanah akarnya sedang dibangun. Ketika pondasinya kuat, dia akan tumbuh tinggi dan sulit dijatuhkan,” ungkapnya.

Meski RRQ Kazu konsisten bersaing di papan atas Free Fire Indonesia dan Asia Tenggara, Coach Ady mengakui bahwa target terbesar mereka masih belum tercapai: menjadi juara dunia.

“Target kami tetap sama, di mana pun mainnya dan siapa pun lawannya: juara.”

Di luar soal kompetisi, Coach Ady juga memberi perhatian besar terhadap masa depan para pemain. Menurutnya, karier esports memiliki waktu yang singkat, sehingga pemain harus mulai mempersiapkan kehidupan setelah pensiun sejak dini.

“Kehilangan uang masih bisa dicari lagi. Tapi kalau kehilangan karakter, itu kehilangan semuanya,” tutup Coach Ady.

Wawancara ini menunjukkan bahwa membangun tim juara di Free Fire bukan hanya soal aim dan agresivitas. Di level tertinggi, kemenangan lahir dari kontrol, kepercayaan, serta proses panjang yang dibangun bersama sebagai satu tim.

Anda Mungkin Suka

Alarm Bahaya Shadow Esports di FFWS SEA 2026 Spring, Harus Segera Bangkit!

Alarm Bahaya Shadow Esports di FFWS SEA 2026 Spring, Harus Segera Bangkit!

Kompetisi Free Fire World Series Southeast Asia 2026 Spring atau FFWS SEA 2026 Spring telah memasuki fase Knockout di mana pada pekan ketiga, setiap tim sudah bisa mendapatkan tiket menuju ke Grand Final. Selama dua pekan pertama di FFWS SEA 2026 Spring, tim jawara Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring, Shadow Esports, berada dalam posisi yang cukup mengkhawatirkan di mana Juann dan kawan-kawan berada di peringkat ke-14. Shadow Esports termasuk ke dalam satu dari dua tim Indonesia yang “terancam” bersama dengan EVOS Divine.

EVOS Divine Terjun Bebas Usai Juara Dunia: Krisis Mental, Strategi, atau Saatnya Rombak Roster?

EVOS Divine Terjun Bebas Usai Juara Dunia: Krisis Mental, Strategi, atau Saatnya Rombak Ro…

Perjalanan EVOS Divine dalam satu tahun terakhir menjadi contoh nyata betapa kejamnya siklus di dunia esports. Setelah menjuarai Esports World Cup 2025, mereka berada di puncak—dengan status tim terbaik dunia dan ekspektasi yang melambung tinggi.

Tanggapi Hasil Drawing FFWS SEA 2026 Spring, ONIC AFM: Musim ini Lebih Seimbang!

Tanggapi Hasil Drawing FFWS SEA 2026 Spring, ONIC AFM: Musim ini Lebih Seimbang!

Kompetisi Free Fire World Series (FFWS) Southeast Asia 2026 Spring atau FFWS SEA 2026 Spring telah dimulai sejak Jumat, 24 April 2026. Kompetisi Free Fire terbaik se-Asia Tenggara ini telah dimulai dan mempertemukan total 18 tim Free Fire terbaik se-Asia Tenggara yang berasal dari berbagai region mulai dari Indonesia, Thailand, Vietnam dan Malaysia untuk bertarung memperebutkan trofi dan hadiah uang tunai serta tiket menuju ke kompetisi Free Fire Esports World Cup (FF EWC) 2026 di Riyadh, Arab Saudi.